UAS ITC 2007/2008

1. BRUNEI DARUSSALAM

KAPABILITAS POLITIK NEGARA

PAHAM YANG DIANUT

URAIAN

KETERANGAN

IDEOLOGI

Ideologi merupakan ruh bagi sebuah Negara.

Ideologilah yang memberi arah kemana Negara itu harus dibawa begitu pula idelogi tidak bias dipisahkan dengan Negara, dalam arti bahwa ideologilah yang mewarnai corak dan warna sebuah Negara dan masyarakatnya. Brunei Darussalam, resmi menjadi sebuah negara merdeka sejak Januari 1984. Negara kecil ini diperintah oleh sultan.

Penduduknya berjumlah sekitar 343.653 jiwa (2001) dimana seperempat dari jumlah itu merupakan pekerja asing. Persentase masyarakat Muslim Brunei sekitar 67 persen. Oleh karenanya dapat dimengerti bila dalam Konstitusi 1959 ditegaskan bahwa Islam merupakan agama resmi negara, dengan jaminan agama lain dapat diamalkan tanpa halangan.

Cara pengamalan Islam di sana didasarkan pada mazhab Syafi’i dalam bidang fikih dan ahlusunnah waljamaah di bidang akidah. Bahkan semenjak diproklamasikan sebagai negara merdeka, Brunei telah memastikan konsep “Melayu Islam Beraja” sebagai falsafah negara. Sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara, Brunei memiliki latar sejarah Islam yang gemilang.

Sejak sebelum abad ke-16, Brunei sudah memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di wilayah Borneo dan Filipina. Jadilah rangkaian kesultanan yang muncul di sekitar kawasan tersebut mempunyai hubungan kekerabatan. Kini, Brunei nampak menunjukkan usaha serius bagi penciptaan lembaga modern yang selaras dengan tuntutan Islam. Hal ini tidak terlepas dari tindakan dan pernyataan resmi Brunei yang mengindentifikasikan diri dengan dunia Islam. Sebagaimana terlihat dari keanggotaannya dalam berbagai badan dan organisasi Islam antarbangsa.

Ideologi Islam tentunya dianut oleh Negara-Negara Islam, didunia ini banyak Negara Islam baik yang sudah berjaya seperti Kerajaan Saudi Arabia, Republik Islam Pakistan, Republik Islam Iran, Mauritania, Qatar, Brunei Darussalam dan Negara Islam yang masih berjuang seperti Republik Jammu Kashmir, Republik Islam Morro, Republik Islam Xinjiang dan banyak lagi.

Negara dalam pandangan Islam merupakan suatu alat untuk menjamin pelaksanaan Hukum Islam secara utuh baik hubungan manusia dengan manusia maupun hubungan manusia dengan Sang Pencipta, Alloh SWT. Salah satu contoh adalah hal sistem ekonomi, Islam yang sangat menjunjung tinggi hak kepemilikan setiap rakyat dari lapisan manapun. Setiap rakyat diberi kebebasan untuk memiliki apa saja dan berapa saja, yang terpenting didapatkan secara halal, tidak merugikan orang lain dan taat mengeluarkan zakat dari sebahagian hartany.

Dalam hal hubungan sosial tidak ada keistimewaan derajat manusia satu dengan manusia lainnya, misalnya : Jabatan Kepala Negara bukanlah ukuran kemuliaan seseorang, ia tidak lebih mulia dari seorang rakyat jelata yang miskin sekalipun. Jabatan hanyalah amanat yang dipercayakan rakyat kepada dirinya untuk melayani sebaik-baiknya rakyat tersebut, bukan alat untuk menindas. Inilah persetaraan dalam Islam atau dalam terminologi Islam disebut Ijtimiatul Islamiyah, persetaraan yang didasarkan kecintaan kepada Allah yang memerintahkan kepada manusia sekalian untuk menjauhi segala larangannya dan menjalankan segala perintahnya.

Negara yang berideologi Islam atau lazim disebut Negara Islam adalah negara yang memiliki cita-cita bahwa negaranya adalah alat untuk mencapai masyarakat yang tunduk patuh terhadap seluruh perintah dan larangan yang Allah turunkan melalui Al-Qur’an serta mengikuti Sunnah Rasulnya. Negara ini bercita-cita mewujudkan “Baldatun Toyyibatun warobbun ghofur”.

Ingat negara yang berlandaskan islam ini masih banyak didunia ini, baik yang sudah jaya maupun negara islam yang masih berjuang Begitupun negara yang bukan islam (Capitalist, Marxist, San Min Chui, Katolik, Pancasila) adalah negara bercita-cita mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sesuai dengan ideologi yang dianutnya, sebagai contoh tidak mungkin Republik Rakyat China yang berideolgi Marxist bercita-cita mewujudkan masyarakat Islami, sangat tidak mungkin.

“Pohon durian akan berbuah durian, tak mungkin berbuah Nangka atau Pepaya”),
Jadi ideologi (Islam dan bukan Islam) bukan untuk dicoba-coba, tapi merupakan pilihan hidup.

Paham yang dianut dalam sebuah negara yaitu negara Brunei Darussalam adalah berpahamkan monarki absolut dalam arti dimana sebuah pemerintahan di perintah dan diatur oleh seorang raja.

Jadi dalam pemerintahan Brunei Darussalam di perintah oleh seorang sultan dimana ia merangkap menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan.

Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolqiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.

Brunei tidak memiliki dewan legislatif, namun pada bulan September 2000, Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan, Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.

Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga. Secara teori, Brunei berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi pada awal dekad 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya dari Singapura.

Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara Negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), China dan Taiwan. Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei menuntut wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.

ideologi yang akan melahirkan perpolitikan di negara Brunei Darussalam menjadikan negara ini stabil dari segi politik di Asia

EKONOMI DAN TEKNOLOGI.

Ekonomi kecil yang kaya ini adalah suatu campuran keusahawanan dalam negeri dan asing, pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluaran minyak mentah dan gas alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin Brunei merasa bimbang bahwa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah akan menjejaskan perpaduan social dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC pada tahun 2000. Rancangan-rancangan yang dinyatakan untuk masa kedepan termasuk peningkatan kemahiran tenaga buruh, pengurangan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pelancongan, serta secara umum, peluasan lagi asas ekonominya. Sistem penerbangan Brunei Diraja, sistem penerbangan negara, sedang mencuba menjadikan Brunei sebagai pusat perjalanan internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Ia juga mempunyai layanan ke tujuan-tujuan Asia yang utama.

Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas dengan pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar yang memiliki nilai sama dengan Dolar Singapura.

Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan diversifikasi sumber-sumber ekonomi dalam bidang perdagangan. Namun dalam waktu dekat usaha tersebut mengalami kebuntuan karena masalah internal kerajaan yang menurut sumber sumber media internasional dihabiskan untuk kepentingan pemborosan istana yang ketika dipegang oleh Pangeran Jeffry. Keadaan tersebut dapat menimbulkan masalah bagi perekonomian Brunei di masa yang akan datang.

Teknologi.

Pemisahan digital

Berbagai faktor dan kecenderungan ini mulai tampak dalam pertemuan para kepala negara APEC di Brunei Darussalam yang antara lain mulai mengusulkan untuk memasukkan kesepakatan baru tentang e-commerce dan teknologi informasi. Beberapa negara maju APEC seperti AS, Australia, dan Jepang menganggap, jurang pemisah teknologi digital atau yang selalu disebut sebagai pemisahan digital (digital divide), akan menjadi penghambat dalam globalisasi dan liberalisasi perdagangan.Memang dalam kurun tiga-lima tahun terakhir ini, globalisasi menjadi sesuatu yang menjangkau lebih jauh dan lebih cepat dari apa yang dibayangkan, serta dampak yang lebih permanen. Rumusan globalisasi pun akan mempunyai arti yang berbeda untuk setiap orang, setiap perusahaan, setiap ekonomi, setiap negara, maupun setiap kerja sama bilateral maupun multilateral.

Globalisasi sendiri dalam rumusan yang lebih umum, merupakan sebuah proses menuju ke sebuah dunia di mana upaya dan kerja untuk memproduksi, distribusi, menjual, keuangan, dan melakukan investasi, bergerak tanpa melihat lagi batas-batas nasional dalam pengertian politik, ekonomi, maupun sosial-budaya. Walaupun globalisasi secara umum sebenarnya secara fundamental tidak berbeda dengan proses relokasi sebuah usaha manufaktur ke sebuah wilayah atau negara yang lebih ekonomis, memasok lebih murah, dan menjual lebih luas, dampak yang ditimbulkannya adalah tidak semua pihak diuntungkan. Dalam globalisasi, ada yang kalah dan ada yang menang.

Pandangan objektif dan ideologi terhadap teknologi

Keadaan ini sebenarnya yang dialami oleh negara-negara Asia,Tidak mudah memang untuk membangun sebuah pengertian bersama, apalagi membangun sebuah kerja sama ekonomi dan perdagangan dalam dunia yang bergerak cepat sesuai dengan pesatnya arus informasi. Apalagi, kecenderungan ekonomi baru lebih mempertajam jurang pemisah antara yang kaya dan miskin, dari ekonomi, keuangan, maupun teknologi.

Kenyataan ini akan selalu membayangi dan menghantui pertemuan APEC untuk mencapai berbagai kesepakatan, terutama usulan tentang kerja sama ekonomi baru dan teknologi informasi, currency swap, dan gagasan untuk membahas pembentukan cadangan minyak menghadapi meningkatnya harga yang tinggi di pasaran dunia. Tidak semua negara dalam APECdiuntungkan dalam usulan-usulan ini, khususnya karena tingkat kesiapan dan perbedaan tingkatan maupun sifat perekonomian yang berbeda-beda.

Selain itu, persoalan-persoalan ini pun mempunyai pandangan objektif dan ideologi yang berbeda, dan persoalan ini memang perlu sebuah pembahasan yang sama sekali terpisah. Ambil contoh tentang ekonomi baru dan teknologi informasi. Dalam pandangan obyektif, persoalan ini menyangkut beberapa aspek penting, seperti isu waktu yang lebih nyata (real time), isu pengetahuan dan penguasaan persoalannya (khususnya masalah teknologinya itu sendiri), serta isu pergerakkan modal keuangan ke seluruh dunia. Pergerakkan kapital saja sudah menjadi sebuah dilema tersendiri, karena jumlahnya sangat besar dan bergerak dalam kecepatan yang luar biasa.

Muslim brunei dan pengaruh budaya asing

Serbuan budaya asing yang tak sesuai nilai-nilai agama rupanya bukan hanya menjadi kecemasan masyarakat Muslim di Indonesia. Negara tetangga, Brunei Darussalam, juga mengalaminya. Adalah Deputi Menteri Agama, Pehin Dato Ustaz Awang Haji Yahya, yang mengungkapkan keresahannya. Dia mengaku prihatin dengan kian gencarnya sajian budaya asing dewasa ini, terutama yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Ada hal-hal negatif yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat membuat lupa masyarakat terhadap tanggungjawabnya sebagai umat Islam,” keluh Dato Awang Haji.

Yang dikeluhkannya, adalah pengaruh budaya ala Barat pada kehidupan masyarakat. Dia bahkan menilai, jika pengaruh semacam itu tidak disikapi segera, dikhawatirkan bisa mengganggu keharmonisan dalam masyarakat. Selain itu, akan dapat pula memicu perselisihan di rumah tangga, problem ekonomi warga, krisis moral maupun masalah di bidang pendidikan.

Persoalan-persoalan tersebut bila sudah terlanjur membesar, akan sangat sulit untuk dibenahi. Salah satu yang disorotnya adalah kian gencarnya tayangan-tayangan hiburan dan promosi konser pemusik asing ke negara itu. “Dalam setiap promosi yang diadakan, selalu saja disertai kuis dan undian berhadiah dengan menggunakan fasilitas telepon genggam (Undian SMS).”

Pada kutbahnya yang disampaikan saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, Dato Awang Haji juga mengingatkan kebiasaan buruk masyarakat yang kian bebas membelanjakan uang dan harta bendanya. Tokoh ini lantas meminta masyarakat kembali memperhatikan perintah agama seperti tercantum dalam Alquran dan hadis. Salah satu upaya membendung pengaruh asing adalah dengan menggencarkan dakwah di kalangan masyarakat.

Sebenarnya, kegiatan ini telah berlangsung lama. Bahkan pada tahun 80-an, dakwah modern meraih keberhasilan yang antara lain digagas oleh sejumlah aliran tarekat. Memang, sebagai negara merdeka yang mengamalkan ajaran Islam, Brunei gencar melakukan islamisasi dalam kehidupan publik.

Selaras dengan kedudukan Islam sebagai agama resmi dan adanya falsafah “Melayu-Islam-Beraja”, pemerintah kerajaan telah mendirikan beberapa lembaga publik yang berorientasi Islam. Usaha mengislamkan hukum dengan memasukkan syariat telah dimulai dengan beberapa langkah, termasuk studi kelayakan, penelitian terhadap hukum yang berlaku guna memastikan tidak ada hal yang bertentangan dengan jiwa syariat, dan berbagai seminar mengenai penerapan hukum Islam.

Juga dalam usaha memberikan makna Islam dalam kehidupan ekonomi dan keuangan, akhir tahun 80-an dilakukan sejumlah langkah bagi pembentukan bank Islam. Brunei Darussalam, resmi menjadi sebuah negara merdeka sejak Januari 1984. Negara kecil ini diperintah oleh sultan.

Penduduknya berjumlah sekitar 343.653 jiwa (2001) dimana seperempat dari jumlah itu merupakan pekerja asing. Persentase masyarakat Muslim Brunei sekitar 67 persen. Oleh karenanya dapat dimengerti bila dalam Konstitusi 1959 ditegaskan bahwa Islam merupakan agama resmi negara, dengan jaminan agama lain dapat diamalkan tanpa halangan.

Cara pengamalan Islam di sana didasarkan pada mazhab Syafi’i dalam bidang fikih dan ahlusunnah waljamaah di bidang akidah. Bahkan semenjak diproklamasikan sebagai negara merdeka, Brunei telah memastikan konsep “Melayu Islam Beraja” sebagai falsafah negara. Sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara, Brunei memiliki latar sejarah Islam yang gemilang.

Sejak sebelum abad ke-16, Brunei sudah memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di wilayah Borneo dan Filipina. Jadilah rangkaian kesultanan yang muncul di sekitar kawasan tersebut mempunyai hubungan kekerabatan. Kini, Brunei nampak menunjukkan usaha serius bagi penciptaan lembaga modern yang selaras dengan tuntutan Islam. Hal ini tidak terlepas dari tindakan dan pernyataan resmi Brunei yang mengindentifikasikan diri dengan dunia Islam. Sebagaimana terlihat dari keanggotaannya dalam berbagai badan dan organisasi Islam antarbangsa.

Dalam sistem ekonomi yang dianut negara Brunei Darussalam adalah liberal dimana perekonomian diatur oleh pemerintahan.

Negara kaya yang mana masyarakatnya lebih makmur serta kestabilan dalam ekonomi.

Kalau dilihat dari teknologi, Brunei Darussalm masih dikatakan cukup.

Adanya jurang pemisah teknologi digital atau yang selalu disebut sebagai pemisahan digital (digital divide), akan menjadi penghambat dalam globalisasi dan liberalisasi perdagangan.Memang dalam kurun tiga-lima tahun terakhir ini, globalisasi menjadi sesuatu yang menjangkau lebih jauh dan lebih cepat dari apa yang dibayangkan, serta dampak yang lebih permanen.

DEMOGRAFI

Kira-kira dua pertiga jumlah penduduk Brunei adalah orang Melayu. Kelompok etnik minoritas yang paling penting dan yang menguasai ekonomi negara ialah orang Tionghoa (Han) yang menyusun lebih kurang 15% jumlah penduduknya. Etnis – etnis ini juga menggambarkan bahasa-bahasa yang paling penting: bahasa Melayu yang merupakan bahasa resmi, serta bahasa Tionghoa. Bahasa Inggris juga dituturkan secara meluas, dan terdapat sebuah komunitas ekspatriat yang agak besar dengan sejumlah besar warganegara Britania dan Australia.

Islam ialah agama resmi Brunei, dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa), agama Kristen, serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil.

Islam adalah agama resmi yang dianut,sedangkan yang lainnya budha, Kristen beserta agama-agama dalam komunitas yang kecil lainnya.

Islam ialah agama resmi Brunei, dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa), agama Kristen, serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil.

Kebanyakan islam yang menduduki angka tertinggi yaitu 67%.

Selainnya campuran beberapa agama Tionghoa, Kristen, dan budha.

Tingal di kota : lebih kurang 46.000 orang di Bandar Seri Begawan.

Tingal di desa : 10.000 orang di pegunungan.

Tingal di barat : 97% dari seluruhan.

Brunei Darussalam merupakan Negara islam serta menjalankan syariat seperti yang islam lakukan baik itu dari hukum dan saling berkaitan dengan hukum pemerintah, Sedangkan bahasa resmi yang di gunakan bahasa melayu.

MILITER

Negara Brunei Darussalam bukanlah negara agresor dimana jumlah penduduk yang begitu kecil sehingga negara ini hidup dalam kedamaian,ketenangan dan ketentraman sehingga bagi warga negara penduduk di Brunei di kenakan wajib militer.

Paham yang di anut oleh negara Brunei Darussalam khususnya dalam bidang militeristik adalah paham pertahanan dimana negara tersebut hanya membentengi dari wilayah-wilayahnya yang kecil terhadap musuh-musuh yang ingin berbuat kerusakan.

Brunei adalah negara yang mengalokasikan persentase anggaran berbanding PDB terbesar.

Bahkan pada tahun 1998, Brunei mengalokasikan 9,4% dari PDB untuk anggaran pertahanan.

Dengan mengalokasikan persentase anggaran berbanding PDB terbesar.

Bahkan pada tahun 1998, Brunei mengalokasikan 9,4% dari PDB untuk anggaran pertahanan.

Demikian juga halnya dengan Singapura.

Alokasi anggaran pertahanan sangat besar

dibandingkan dengan negara-negara tetangganya. Tahun 1998, Singapura mengalokasikan 5,5%

dari PDB untuk pertahanan. Alokasi pertahanan yang besar dapat dipahami karena sebagai

negara yang kaya, kedua negara tersebut sangat kecil dibandingkan dengan tetangganya seperti

Indonesia.

Sementara negara-negara lain relatif seimbang. Tetapi Indonesia dan Filipina yang hanya

mengalokasikan anggarang pertahanan pada kisaran 1% dari PDB. Sementara Thailand,

Malaysia, Australia, India dan China mengalokasikan 2%-3% dari PDB untuk pertahanan.

Dari data SIPRI, saya juga mencoba membuat analisis korelasi. Hasilnya dapat dilihat pada

tabel di bawah ini.

Tabel 2. Korelasi anggaran pertahanan beberapa negara

Hasilnya ternyata sangat menarik. China dan India sejak tahun 1988 telah berlomba dalam

anggaran pertahanan. Hasil analisis menunjukkan korelasi yang tinggi. Ini artinya, setiap

kenaikan anggaran pertahanan oleh China akan diimbangi oleh penambahan anggaran oleh

India. Demikian juga sebaliknya, pengurangan anggaran China akan diikuti dengan pengurangan

GEOGRAFI

Brunei terdiri dari dua bagian yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di bagian barat yang lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong, yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 383.000 orang. Dari bilangan ini, lebih kurang 46.000 orang tinggal di ibukota Bandar Seri Begawan.

Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Muara, serta kota Seria yang menghasilkan minyak, dan Kuala Belait, kota tetangganya. Di daerah Belait, kawasan Panaga ialah kampung halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan oleh fasilitas perumahan dan rekreasi Royal Dutch Shell dan British Army. Klub Panaga yang terkenal terletak di sini.

Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.

Terdiri dari 2 bagian :

Barat : 97% tinggal di barat sedangkan

Timur : bergunung -gunung.

Sehingga muncul pemahaman yaitu Royal Dutch Shell dan British Army

Iklim : tropis katulistiwa.

Di bagi atas empat distrik : Belait.

Brunei dan Mura.

Temburong.

Tutong.

Negara kecil yang di dukung dengan keadaan masyarakat ang baik dan tanah yang subur.

DIPLOMASI

Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolkiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke – 15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah cabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.

Brunei tidak memiliki dewan legislatif, namun pada bulanSeptember 2000, Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan, Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.

Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga. Secara teori, Brunei berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi pada awal dekad 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania raya dari Singapura.

Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), china dan Taiwan . Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dangas bumi. Brunei menuntut wilayah diSarawak, sepertiLimbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.

Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.

Kerjasama dengan berbagai organisasi -organisasi, lembaga – lembaga ataupun badan – badan seperti halnya ASEAN, APEC, ARF,Serta anggota PBB lainnya.

Adapun bentuk kerjasama atau diplomasi yang di lakukan oleh brunei :

1. Asia – Europe Meeting ( ASEM )

2. Berintekrasi dan menjalin kerjasama dalam perekonomian secara regional terhadap RRC ( FTA ), ASEAN,

3. Negara – negara ASEAN termasuk Brunei sepakat untuk tanggulangi kabut asap di Palembang SumSel.

4. KTT BIMD – EAGA Sepakati ditambahnya jalur penerbangan antar negara dengan tujuan mempercepat laju pertumbuhan di sektor ekonomi dan lain – lain masih banyak lagi.

Dengan ASEAN yaitu kerjasama dalam bidang pertahanan dan keamanan secara komprehensif termasuk masalah perbatasan.

Kerjasama dalam bidang pertahanan dengan inggris yaitu dengan adanya pasukan gurkha di Brunei dll

SEJARAH INTERAKSI INTERNASIONAL

Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Brunei tidak memiliki dewan legislatif, namun pada bulan September 2000, Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984.

Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga.

Brunei memiliki hubungan dengan luar negeri terutama dengan negara negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), China dan Taiwan. Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi.

Jumlah penduduk Brunei relatif lebih rendah dibandingkan negara – negara ASEAN lainnya (0,330 juta jwa) dengan penghasilan utama adalah minyak, LNG, dan jasa konstruksi, di samping pertanian. Pada 1999 Brunei mengalami inflasi sebesar 1%, dengan pendapatan perkapita dari hasil produksi masih cukup besar, yaitu $ US 17,400 yang berangsur meningkat pada 2000 menjadi $ US 20,000. Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil dan GDP yang tinggi maka Brunei merupakan negara yang kehidupan warga negaranya terjamin. Sebagian dari pendapatannya digunakan untuk program perumahan, pendidikan, pangan, serta memberikan subsidi pada warga negaranya yang belum mendapatkan pekerjaan.

Dalam kondisi krisis yang dialami oleh negara tetangga (ASEAN), Brunei tidak banyak berpengaruh secara signifikan. Dalam meningkatkan GDP, pemerintah Brunei bekerja sama dengan negara – negara ASEAN, Jepang, Korea, Uni Eropa, dan Taiwan (dalam bidang eksport oli dan LNG). Dalam bidang import, Brunei bekerja sama dengan ASEAN, Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang (dalam kegiatan alat–alat transport, mesin, dan peralatan kimia).

Melalui perjanjian – perjanjian

Meski sudah ada ketentuan dalam konstitusi yang memberikan kebebasan penuh dan tanpa hambatan dalam beragama, Pemerintah Brunei memberlakukan serangkaian undang-undang untuk membatasi penyebaran agama-agama selain agama Islam yang resmi. Pemeluk agama yang berbeda hidup bersama secara damai, tetapi interaksi oikumene dihambat oleh aturan agama Islam yang dominan, yang menghalangi umat Islam untuk mempelajari agama lain dan melarang pemeluk agama lain menyebarkan agamanya ke muslim.

Hidup di negara Brunei diman penduduknya hidup secara berdampingan serta damai dalam kontek aturan yang di buat oleh Negara Brunei

KETERLIBATAN DALAM PERANG

Pemerintah Kerajaan Brunei Darussalam yang diwakili Menteri Pendidikan Kerajaan Brunei Darussalam Pehin Orang Kaya Laila Wijaya Dato Sri Setia Haji Awang ABD Aziz Bin Begawan Pehin Udana Khatib dan Pemerintah RI yang diwakili Menteri Pertahanan RI H. Matori Abdul Djalil, kamis di Aula Serbaguna Dephan, menanda tangani Memorandum Of Understanding (MOU) di bidang Pertahanan.

Maksud tersebut untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama yang lebih baik antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Brunei Darusalam.

Kerjasama di bidang pertahanan kedua negara antara lain ditandai saling kunjung antar Pimpinan Angkatan Bersenjata, latihan bersama TNI dengan Angkatan Bersenjata Brunei, dan juga dalam bidang pendidikan. TNI-AL dan Angkatan Laut Brunei telah melaksanakan latihan bersama pada tanggal 31 Mei 1998 di Armarbar. Latihan tersebut merupakan latihan Staf dan perencanaan bagi latihan manuver di lapangan. Latihan selanjutnya pada tanggal 31 Agustus sampai dengan 10 September 1998 di perairan Selat Karimata yang melibatkan empat buah kapal perang dari Brunei dan empat kapal perang dari Indonesia.

Perdamaian dan melalui perundingan

Negara Brunei Darussalam merupakan negara yang sangat sedikit dalam kaitannya untuk ikut berpartisipasi keterlibatan dalam perang sehingga negara tersebut menjadikan negara yang stabil dalam kawasan ASEAN.

Dari hasil kerjasama ataupun dari Negara brunei itu sendiri dalam kaitannya dengan keterlibatan dalam perang seperti :

Brunei Darussalam melarang secara keras adanya aliran ahmadiyah yang disebabkan dengan jelas bahwa aliran tersebut sesat dan menyimpang dari ajaran islam.

Keterlibatan secara langsung bahwa Negara Brunei perang terhadap teroris.

Ikut dalam memerangi berbagai gangguan keamanan yang di motori oleh ASEAN,dan lain-lain.

KETERLIBATAN DALAM PERJANJIAN INTERNASIONAL

Asia pasific Economic Cooperation-APEC merupakan forum yang terbentuk dan perkembangannya dipengaruhi antara lain oleh kondisi politik dan ekonomi dunia saat itu yang berubah secara cepat di Uni Soviet dan Eropa Timur, kekhawatiran gagalnya perundingan Putaran Uruguay yang akan menimbulkan proteksionisme dengan munculnya kelompok regional serta timbulnya kecenderungan saling ketergantungan diantara negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Forum yang dibentuk tahun 1989 di Canbera-Australia ini telah melaksanakan langkah besar dalam menggalang kerjasama ekonomi sehingga menjadi suatu forum konsultasi, dialog dan sebagai lembaga informal yang kerjasama ekonominya berpedoman melalui pendekatan liberalisasi bersama berdasarkan sukarela, melakukan inisiatif secara kolektif dan untuk mendukung keberhasilannya dilakukan konsultasi yang intensif terus menerus diantara 21 ekonomi anggota.

bergaining

Serangkaian upaya penguatan infrastruktur forum kerjasama APEC terus diintensifkan kerjasamanya sehingga forum tersebut menjadi lebih kuat dan tangguh di kawasan. Forum ini sangat diharapkan tetap menjadi pelopor dalam pelaksanaan putaran uruguay untuk mencapai sistem perdagangan yang adil, terbuka dan transparan untuk mempertahankan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional dan global. Mengingat pentingnya peranan APEC dalam rangka memberikan dukungan terhadap sistem perdagangan dimaksud dalam menunjang pertumbuhan ekonomi regional dan global di kawasan, maka Para Pemimpin Ekkonomi APEC telah mengesahkan sejumlah Deklarasi yang memuat kesepakatan-kesepakatan yang signifikan terhadap perkembangannya antara lain mengenai VISI APEC, Bogor Goals, Osaka Actions Agenda (OAA) – yang memberikan arahan atau pedoman kerjasama APEC, dan taahun 1996 meluncurkan fase implementasi daripada OAA dalam bentuk MAPA (Manila Action Plans For APEC). Sedangkan tindakan konkrit lain yaitu berupa implementasi Rencana Aksi Kolektif (RAK) maupun Rencan Individu (RAI) oleh seluruh anggotanya sehingga penjabaran secara keseluruhan terhadap langkah-langkah implementasi dalam melakukan liberalsme ekonominya merupakan cermin yang kuat dalam mewujudkan kearah sistem perdagangan dan investasi bebas dan terbuka tahun 2010/2020 untuk ekonomi maju dan berkembang APEC.

Dalam perkembangannya APEC memiliki peran cukup strategis dengan penduduk sekitar 2 milyar jjiwa atau lebih dari 40% populasi dunia dan mewakili 45% nilai perdagangan dunia (1996) – sebuah pasar potensial untuk perdagangan barang, jasa dan sumber daya manusia. Realisasi pertumbuhan GDP APEC tahun 2000 sebesar 4.1% berarti relatif sedikit lebih rendah dari pertumbuhan GDP dunia yang sebesar 4.7%, disamping itu APEC juga memiliki arti penting dalam rangka pembangunan nasional karena mewakili 69.1% pasar ekspor non-migas

2. a. Muslim brunei dan pengaruh budaya asing

Serbuan budaya asing yang tak sesuai nilai-nilai agama rupanya bukan hanya menjadi kecemasan masyarakat Muslim di Indonesia. Negara tetangga, Brunei Darussalam, juga mengalaminya. Adalah Deputi Menteri Agama, Pehin Dato Ustaz Awang Haji Yahya, yang mengungkapkan keresahannya. Dia mengaku prihatin dengan kian gencarnya sajian budaya asing dewasa ini, terutama yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Ada hal-hal negatif yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat membuat lupa masyarakat terhadap tanggungjawabnya sebagai umat Islam,” keluh Dato Awang Haji.

Yang dikeluhkannya, adalah pengaruh budaya ala Barat pada kehidupan masyarakat. Dia bahkan menilai, jika pengaruh semacam itu tidak disikapi segera, dikhawatirkan bisa mengganggu keharmonisan dalam masyarakat. Selain itu, akan dapat pula memicu perselisihan di rumah tangga, problem ekonomi warga, krisis moral maupun masalah di bidang pendidikan.

Persoalan-persoalan tersebut bila sudah terlanjur membesar, akan sangat sulit untuk dibenahi. Salah satu yang disorotnya adalah kian gencarnya tayangan-tayangan hiburan dan promosi konser pemusik asing ke negara itu. “Dalam setiap promosi yang diadakan, selalu saja disertai kuis dan undian berhadiah dengan menggunakan fasilitas telepon genggam (Undian SMS).”

Sebenarnya, kegiatan ini telah berlangsung lama. Bahkan pada tahun 80-an, dakwah modern meraih keberhasilan yang antara lain digagas oleh sejumlah aliran tarekat. Memang, sebagai negara merdeka yang mengamalkan ajaran Islam, Brunei gencar melakukan islamisasi dalam kehidupan publik.

b. Selaras dengan kedudukan Islam sebagai agama resmi dan adanya falsafah “Melayu-Islam-Beraja”, pemerintah kerajaan telah mendirikan beberapa lembaga publik yang berorientasi Islam. Usaha mengislamkan hukum dengan memasukkan syariat telah dimulai dengan beberapa langkah, termasuk studi kelayakan, penelitian terhadap hukum yang berlaku guna memastikan tidak ada hal yang bertentangan dengan jiwa syariat, dan berbagai seminar mengenai penerapan hukum Islam.

Juga dalam usaha memberikan makna Islam dalam kehidupan ekonomi dan keuangan, akhir tahun 80-an dilakukan sejumlah langkah bagi pembentukan bank Islam. Brunei Darussalam, resmi menjadi sebuah negara merdeka sejak Januari 1984. Negara kecil ini diperintah oleh sultan.

Penduduknya berjumlah sekitar 343.653 jiwa (2001) dimana seperempat dari jumlah itu merupakan pekerja asing. Persentase masyarakat Muslim Brunei sekitar 67 persen. Oleh karenanya dapat dimengerti bila dalam Konstitusi 1959 ditegaskan bahwa Islam merupakan agama resmi negara, dengan jaminan agama lain dapat diamalkan tanpa halangan. Hal –hal tersebut terjadi disebabkan semangkin kurangnya pengetahuan kaum pemuda dan pemudi maupun masyarakat secara kaseluruhan terhadap agama,yang selalu di lupakan dan di kesampingkan sehingga menjadikan manusia itu akan lupa serta hilang begitu saja.

Cara pengamalan Islam di sana didasarkan pada mazhab Syafi’i dalam bidang fikih dan ahlusunnah waljamaah di bidang akidah. Bahkan semenjak diproklamasikan sebagai negara merdeka, Brunei telah memastikan konsep “Melayu Islam Beraja” sebagai falsafah negara. Sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara, Brunei memiliki latar sejarah Islam yang gemilang.

Sejak sebelum abad ke-16, Brunei sudah memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di wilayah Borneo dan Filipina. Jadilah rangkaian kesultanan yang muncul di sekitar kawasan tersebut mempunyai hubungan kekerabatan. Kini, Brunei nampak menunjukkan usaha serius bagi penciptaan lembaga modern yang selaras dengan tuntutan Islam. Hal ini tidak terlepas dari tindakan dan pernyataan resmi Brunei yang mengindentifikasikan diri dengan dunia Islam. Sebagaimana terlihat dari keanggotaannya dalam berbagai badan dan organisasi Islam antarbangsa.

3. Kapabilitas negara Brunei serta bandingan dengan negara – negara kelompok lainnya.

Brunei Darussalam adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang mengandalkan pertanian dan sumber daya alam sebagai utama devisa bagi negaranya. Kedua sumber tersebut merupakan hal yang sangat mutlak diperlukan oleh semua negara di dunia terutama bagi warga negaranya dimana terdapat kestabilan dalam perekonomiannya untuk mengatur jalur kehidupan masyarakat beserta warganya secara menyeluruh walaupun masih terdapat sebagian kecil masyarakat hidup dalam kemiskinan maka dari itu sultan has anal bolkiah memperlakukan pertanian persawahan baru-baru ini untuk menghidupkan dan mengembangkan masyarakat yang masih dalam kategori cukup. Potensi dari hasil sunber daya alam dan pertanian tersebut jika dikelola dengan baik maka akan meningkatkan perekonomian negara tersebut bahkan negara tersebut telah mencapai lebih taraf perekonomiannya tinggal dalam pelaksanaannya yang kurang.

Dimana kita ketahui sekarang ini harga bahan panggang dunia menjadi sangat mahal, dan jika hal itu dimanfaatkan oleh pemerintah Brunei Darussalam, maka dimasa mendatang Brunei Darussalam bisa menguasai perdagangan ke dua di dunia dalam bidang ekonomi terutama dalam hal perikanan dan pertanian. potensi utama yang bisa mendongkrak Filipina dimasa mendatang selain dari hasil pertanian dan perikanan adalah militer, personil militer Brunei Darussalam saat ini melakukan kerjasama dengan seluruh ASEAN terutama Asia Tenggara khususnya , serta sering melakukan pelatihan – pelatihan sehingga menjadikan personel yang terlatih, tangguh dan perkasa sehingga mambuat negara tersebut tetap optimis dalam pencapaian taraf hidup internasional yang berbasiskan global.

Sebagai salah negara di kawasan Asia Tenggara, Brunei Darussalam merupakan salah satu negara yang perekonomianya Ekonomi kecil yang kaya ini adalah suatu campuran keusahawanan dalam negeri dan asing, pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluaran minyak mentah dan gas alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin Brunei merasa bimbang bahwa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah akan menjejaskan perpaduan social dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC pada tahun 2000. Rancangan-rancangan yang dinyatakan untuk masa kedepan termasuk peningkatan kemahiran tenaga buruh, pengurangan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pelancongan, serta secara umum, peluasan lagi asas ekonominya. Sistem penerbangan Brunei Diraja, sistem penerbangan negara, sedang mencuba menjadikan Brunei sebagai pusat perjalanan internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Ia juga mempunyai layanan ke tujuan-tujuan Asia yang utama.

Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas dengan pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar yang memiliki nilai sama dengan Dolar Singapura.

Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan diversifikasi sumber-sumber ekonomi dalam bidang perdagangan. Namun dalam waktu dekat usaha tersebut mengalami kebuntuan karena masalah internal kerajaan yang menurut sumber sumber media internasional dihabiskan untuk kepentingan pemborosan istana yang ketika dipegang oleh Pangeran Jeffry. Keadaan tersebut dapat menimbulkan masalah bagi perekonomian Brunei di masa yang akan datang akan tetapi Brunei tetap optimis bahwa perekonomian Brunei Darussalam maju pesat dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan lain-lain. Sekarangpun pertumbuhan ekonomi tumbuh begitu pesat apalagi harga minyak bumi, gas dan bahan pangan jauh meningkat tajam dari sebelumnya.

Hal ini terbukti dengan Brunei Darussalam sebagai salah satu negara pencetus terbentuknya organisasi regional kawasan yang dikenal dengan APEC. Hal-hal tersebutlah yang menguatkan Brunei Darussalam tetap optimis untuk bisa menjadi negara adidaya dimasa mendatang dibanding dengan negara lainya di kawasn Asia Tenggara.

Dengan adanya langkah – langkah dalam mengelola sumber perekonomian utamanya seperti hasil pertanian dan perikanan serta sumber daya alamnya dengan baik , maka Brunei tentu akan menguasai pangsa pasar di Asia yang notabenenya merupakan pengkomsumsi hasil pangan dan minyak bumi serta gas dan juga perekonomian dunia. Serta memanfaatkan situasi dunia yang tidak tentu seperti sekarang ini, dimana krisis pangan sedang melanda dunia. Melihat hal ini, Brunei harus lebih serius lagi memanfaatkan dan mengelola dengan baik sumber daya alamnya terutama dari hasil pangan dan minyak buminya. Karena kita tidak pernah tahu, dimasa mendatang bisa saja krisis pangan terjadi dan hal ini akan membuat permintaan terhadap hasil pertanian Brunei akan menjadi meningkat dimasa mendatang.

Setelah langkah tersebut maka jalinlah kerjasama dalam bidang kemiliteran dengan negara-negara di dunia. Sekarang ini Brunei dalam mencapai keberhasilannya tersebut yaitu dengan menjalin kerjasama pertahanan dan keamanan serta pelatihan bersama kepada Indonesia, ASEAN maupun Asia Tenggara itu sendiri dalam mencapai dan menuju ke sebuah yang di namakan adidaya ( Brunei tetap mengoptimiskan akan hal ini terjadi ) sebab tak akan mustahil negara kecil bisa menjadi negara besar apabila ia mempunyai kemampuan


About this entry