Keterlibatan Dalam Perang

RI – BRUNEI TANDA TANGANI MOU PERTAHANAN

Pemerintah Kerajaan Brunei Darussalam yang diwakili Menteri Pendidikan Kerajaan Brunei Darussalam Pehin Orang Kaya Laila Wijaya Dato Sri Setia Haji Awang ABD Aziz Bin Begawan Pehin Udana Khatib dan Pemerintah RI yang diwakili Menteri Pertahanan RI H. Matori Abdul Djalil, kamis di Aula Serbaguna Dephan, menanda tangani Memorandum Of Understanding (MOU) di bidang Pertahanan.

Maksud tersebut untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama yang lebih baik antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Brunei Darusalam.

Kerjasama di bidang pertahanan kedua negara antara lain ditandai saling kunjung antar Pimpinan Angkatan Bersenjata, latihan bersama TNI dengan Angkatan Bersenjata Brunei, dan juga dalam bidang pendidikan. TNI-AL dan Angkatan Laut Brunei telah melaksanakan latihan bersama pada tanggal 31 Mei 1998 di Armarbar. Latihan tersebut merupakan latihan Staf dan perencanaan bagi latihan manuver di lapangan. Latihan selanjutnya pada tanggal 31 Agustus sampai dengan 10 September 1998 di perairan Selat Karimata yang melibatkan empat buah kapal perang dari Brunei dan empat kapal perang dari Indonesia.

Angkatan Udara Brunei juga telah menjalin kerjasama dengan TNI-AU dalam hal pemanfaatan fasilitas yang dimiliki TNI-AU untuk mengadakan latihan navigasi, baik dengan menggunakan pesawat CN-235 maupun dengan helikopter . Latihan tersebut telah dilaksanakan sebanyak delapan kali di daerah Kalimantan, Jawa dan Bali selama periode 1998 sampai dengan 1999.

Dalam bidang pendidikan, selama periode 1988-2001, pihak Angkatan Bersenjata Brunei telah mengirimkan 10 orang perwiranya (9 AD, dan 1 AU) untuk mengikuti pendidikan di Seskoad dan Seskoau.. Tahun 2000-2001 Brunei juga telah mengirim satu orang perwira untuk mengikuti pendidikan di Seskoad dan tahun 2003 mengirin dua perwira AD-nya mengikuti Seskoad dan Sesko TNI di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Menteri Pendidikan Kerajaan Brune Darussalam menjelaskan, Brunei memandang Indonesia sebagai bangsa serumpun yang memiliki kesamaan dalam latar belakang sejarah, kebudayaan, bahasa dan agama yang merupakan faktor penting dalam memelihara stabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Menhan RI H. Matori Abdul Djalil mengatakaan, atara Indonesia maupun Brunei telah banyak melakukan berbagai kerjasama. Dalam bidang pertahanan diantaranya adalah kerjasama dalam bentuk latihan militer, baik dilakukan oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara kedua negara.

Dengan ditanda tanganinya MOU tersebut, diharapkan kerjasama bidang pertahanan kedua negara dapat lebih meningkat.

Menhan RI menegaskan, ancaman yang dihadapi saat ini, baik dalam lingkup global, regional maupun nasional semakin kompleks sifat dan bentuknya, sehingga semakin rumit pula penanganan dan upaya mengatasinya. Menghadapi hal tersebut, kerjasama antar negara terutama negara tetangga menjadi suatu keharusan.

Dari hasil kerjasama ataupun dari Negara brunei itu sendiri dalam kaitannya dengan keterlibatan masih ada seperti :

Brunei Darussalam melarang secara keras adanya aliran ahmadiyah yang disebabkan dengan jelas bahwa aliran tersebut sesat dan menyimpang dari ajaran islam.

Keterlibatan Negara Brunei dalam mengatasi asap yang terjadi di Indonesia.

Keterlibatan secara langsung bahwa Negara Brunei perang terhadap teroris.

Ikut dalam memerangi berbagai gangguan keamanan yang di motori oleh ASEAN,dan lain-lain.


About this entry