UTS ICT

KAPABILITAS POLITIK NEGARA

PAHAM YANG DIANUT

URAIAN

RINCIAN

URAIAN RINCIAN

KETERANGAN

IDEOLOGI

Paham yang dianut oleh Negara Brunei Darussalam adalah monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolqiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.

Pemahaman kembali arti sebuah ideologi

Ideologi merupakan ruh bagi sebuah Negara. Ideologilah yang memberi arah kemana Negara itu harus dibawa begitu pula idelogi tidak bias dipisahkan dengan Negara, dalam arti bahwa ideologilah yang mewarnai corak dan warna sebuah Negara dan masyarakatnya. Brunei Darussalam, resmi menjadi sebuah negara merdeka sejak Januari 1984. Negara kecil ini diperintah oleh sultan.

Penduduknya berjumlah sekitar 343.653 jiwa (2001) dimana seperempat dari jumlah itu merupakan pekerja asing. Persentase masyarakat Muslim Brunei sekitar 67 persen. Oleh karenanya dapat dimengerti bila dalam Konstitusi 1959 ditegaskan bahwa Islam merupakan agama resmi negara, dengan jaminan agama lain dapat diamalkan tanpa halangan.

Cara pengamalan Islam di sana didasarkan pada mazhab Syafi’i dalam bidang fikih dan ahlusunnah waljamaah di bidang akidah. Bahkan semenjak diproklamasikan sebagai negara merdeka, Brunei telah memastikan konsep “Melayu Islam Beraja” sebagai falsafah negara. Sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara, Brunei memiliki latar sejarah Islam yang gemilang.

Sejak sebelum abad ke-16, Brunei sudah memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di wilayah Borneo dan Filipina. Jadilah rangkaian kesultanan yang muncul di sekitar kawasan tersebut mempunyai hubungan kekerabatan. Kini, Brunei nampak menunjukkan usaha serius bagi penciptaan lembaga modern yang selaras dengan tuntutan Islam. Hal ini tidak terlepas dari tindakan dan pernyataan resmi Brunei yang mengindentifikasikan diri dengan dunia Islam. Sebagaimana terlihat dari keanggotaannya dalam berbagai badan dan organisasi Islam antarbangsa.

Ideologi Islam tentunya dianut oleh Negara-Negara Islam, didunia ini banyak Negara Islam baik yang sudah berjaya seperti Kerajaan Saudi Arabia, Republik Islam Pakistan, Republik Islam Iran, Mauritania, Qatar, Brunei Darussalam dan Negara Islam yang masih berjuang seperti Republik Jammu Kashmir, Republik Islam Morro, Republik Islam Xinjiang dan banyak lagi.
Negara dalam pandangan Islam merupakan suatu alat untuk menjamin pelaksanaan Hukum Islam secara utuh baik hubungan manusia dengan manusia maupun hubungan manusia dengan Sang Pencipta, Alloh SWT. Salah satu contoh adalah hal sistem ekonomi, Islam yang sangat menjunjung tinggi hak kepemilikan setiap rakyat dari lapisan manapun. Setiap rakyat diberi kebebasan untuk memiliki apa saja dan berapa saja, yang terpenting didapatkan secara halal, tidak merugikan orang lain dan taat mengeluarkan zakat dari sebahagian hartanya.

Dalam hal hubungan sosial tidak ada keistimewaan derajat manusia satu dengan manusia lainnya, misalnya : Jabatan Kepala Negara bukanlah ukuran kemuliaan seseorang, ia tidak lebih mulia dari seorang rakyat jelata yang miskin sekalipun. Jabatan hanyalah amanat yang dipercayakan rakyat kepada dirinya untuk melayani sebaik-baiknya rakyat tersebut, bukan alat untuk menindas. Inilah persetaraan dalam Islam atau dalam terminologi Islam disebut Ijtimiatul Islamiyah, persetaraan yang didasarkan kecintaan kepada Allah yang memerintahkan kepada manusia sekalian untuk menjauhi segala larangannya dan menjalankan segala perintahnya.

Negara yang berideologi Islam atau lazim disebut Negara Islam adalah negara yang memiliki cita-cita bahwa negaranya adalah alat untuk mencapai masyarakat yang tunduk patuh terhadap seluruh perintah dan larangan yang Allah turunkan melalui Al-Qur’an serta mengikuti Sunnah Rasulnya. Negara ini bercita-cita mewujudkan “Baldatun Toyyibatun warobbun ghofur”.

Ingat negara yang berlandaskan islam ini masih banyak didunia ini, baik yang sudah jaya maupun negara islam yang masih berjuang Begitupun negara yang bukan islam (Capitalist, Marxist, San Min Chui, Katolik, Pancasila) adalah negara bercita-cita mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sesuai dengan ideologi yang dianutnya, sebagai contoh tidak mungkin Republik Rakyat China yang berideolgi Marxist bercita-cita mewujudkan masyarakat Islami, sangat tidak mungkin.

“Pohon durian akan berbuah durian, tak mungkin berbuah Nangka atau Pepaya”),
Jadi ideologi (Islam dan bukan Islam) bukan untuk dicoba-coba, tapi merupakan pilihan hidup.

Di perintah oleh seorang sultan.

Kerajaan Brunei Darussalam adalah negara yang memiliki corak pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, merangkap sebagai Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa Menteri. Sultan Hassanal Bolqiah yang gelarnya diturunkan dalam wangsa yang sama sejak abad ke15, ialah kepala negara serta pemerintahan Brunei. Baginda dinasihati oleh beberapa majelis dan sebuah kabinet menteri, walaupun baginda secara berkesan merupakan pemerintah tertinggi. Media amat memihak kerajaan, dan kerabat kerajaan melestarikan status yang dihormati di dalam negeri.

Brunei tidak memiliki dewan legislatif, namun pada bulan September 2000, Sultan bersidang untuk menentukan Parlemen yang tidak pernah diadakan lagi sejak tahun 1984. Parlemen ini tidak mempunyai kuasa selain menasihati sultan. Disebabkan oleh pemerintahan mutlak Sultan, Brunei menjadi salah satu negara yang paling stabil dari segi politik di Asia.

Pertahanan Keamanan Brunei mengandalkan perjanjian pertahanan dengan Inggris di mana terdapat pasukan Gurkha yang terutama ditempatkan di Seria. Jumlah pertahanan keamanannya lebih kecil bila dibandingkan dengan kekayaannya dan negara negara tetangga. Secara teori, Brunei berada di bawah pemerintahan militer sejak pemberontakan yang terjadi pada awal dekad 1960-an. Pemberontakan itu dihancurkan oleh laskar-laskar Britania Raya dari Singapura.

Brunei memiliki dengan hubungan luar negeri terutama dengan negara Negara ASEAN dan negara negara lain serta ikut serta sebagai anggota PBB. Kesultanan ini juga terlibat konflik Kepulauan Spratly yang melibatkan hampir semua negara ASEAN (kecuali Indonesia, Kamboja, Laos dan Myanmar), China dan Taiwan. Selain itu terlibat konflik perbatasan laut dengan Malaysia terutama masalah daerah yang menghasilkan minyak dan gas bumi. Brunei menuntut wilayah di Sarawak, seperti Limbang. Banyak pulau kecil yang terletak di antara Brunei dan Labuan, termasuk Pulau Kuraman, telah dipertikaikan oleh Brunei dan Malaysia. Bagaimanapun, pulau-pulau ini diakui sebagai sebagian Malaysia di tingkat internasional.

Pemahaman ideologi yang akan melahirkan perpolitikan di negara Brunei Darussalam menjadikan negara ini stabil dari segi politik di Asia

EKONOMI DAN TEKNOLOGI

Liberal.

Mata uang : Dolar Brunei.

Ekonomi.

Ekonomi kecil yang kaya ini adalah suatu campuran keusahawanan dalam negeri dan asing, pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluaran minyak mentah dan gas alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin Brunei merasa bimbang bahwa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah akan menjejaskan perpaduan social dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC pada tahun 2000. Rancangan-rancangan yang dinyatakan untuk masa kedepan termasuk peningkatan kemahiran tenaga buruh, pengurangan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pelancongan, serta secara umum, peluasan lagi asas ekonominya. Sistem penerbangan Brunei Diraja, sistem penerbangan negara, sedang mencuba menjadikan Brunei sebagai pusat perjalanan internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Ia juga mempunyai layanan ke tujuan-tujuan Asia yang utama.

Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas dengan pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar yang memiliki nilai sama dengan Dolar Singapura.

Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan diversifikasi sumber-sumber ekonomi dalam bidang perdagangan. Namun dalam waktu dekat usaha tersebut mengalami kebuntuan karena masalah internal kerajaan yang menurut sumber sumber media internasional dihabiskan untuk kepentingan pemborosan istana yang ketika dipegang oleh Pangeran Jeffry. Keadaan tersebut dapat menimbulkan masalah bagi perekonomian Brunei di masa yang akan datang.

Teknologi.

Pemisahan digital

Berbagai faktor dan kecenderungan ini mulai tampak dalam pertemuan para kepala negara APEC di Brunei Darussalam yang antara lain mulai mengusulkan untuk memasukkan kesepakatan baru tentang e-commerce dan teknologi informasi. Beberapa negara maju APEC seperti AS, Australia, dan Jepang menganggap, jurang pemisah teknologi digital atau yang selalu disebut sebagai pemisahan digital (digital divide), akan menjadi penghambat dalam globalisasi dan liberalisasi perdagangan.Memang dalam kurun tiga-lima tahun terakhir ini, globalisasi menjadi sesuatu yang menjangkau lebih jauh dan lebih cepat dari apa yang dibayangkan, serta dampak yang lebih permanen. Rumusan globalisasi pun akan mempunyai arti yang berbeda untuk setiap orang, setiap perusahaan, setiap ekonomi, setiap negara, maupun setiap kerja sama bilateral maupun multilateral.

Globalisasi sendiri dalam rumusan yang lebih umum, merupakan sebuah proses menuju ke sebuah dunia di mana upaya dan kerja untuk memproduksi, distribusi, menjual, keuangan, dan melakukan investasi, bergerak tanpa melihat lagi batas-batas nasional dalam pengertian politik, ekonomi, maupun sosial-budaya. Walaupun globalisasi secara umum sebenarnya secara fundamental tidak berbeda dengan proses relokasi sebuah usaha manufaktur ke sebuah wilayah atau negara yang lebih ekonomis, memasok lebih murah, dan menjual lebih luas, dampak yang ditimbulkannya adalah tidak semua pihak diuntungkan. Dalam globalisasi, ada yang kalah dan ada yang menang.

Pandangan objektif dan ideologi terhadap teknologi

Keadaan ini sebenarnya yang dialami oleh negara-negara Asia,Tidak mudah memang untuk membangun sebuah pengertian bersama, apalagi membangun sebuah kerja sama ekonomi dan perdagangan dalam dunia yang bergerak cepat sesuai dengan pesatnya arus informasi. Apalagi, kecenderungan ekonomi baru lebih mempertajam jurang pemisah antara yang kaya dan miskin, dari ekonomi, keuangan, maupun teknologi.

Kenyataan ini akan selalu membayangi dan menghantui pertemuan APEC untuk mencapai berbagai kesepakatan, terutama usulan tentang kerja sama ekonomi baru dan teknologi informasi, currency swap, dan gagasan untuk membahas pembentukan cadangan minyak menghadapi meningkatnya harga yang tinggi di pasaran dunia. Tidak semua negara dalam APECdiuntungkan dalam usulan-usulan ini, khususnya karena tingkat kesiapan dan perbedaan tingkatan maupun sifat perekonomian yang berbeda-beda.

Selain itu, persoalan-persoalan ini pun mempunyai pandangan objektif dan ideologi yang berbeda, dan persoalan ini memang perlu sebuah pembahasan yang sama sekali terpisah. Ambil contoh tentang ekonomi baru dan teknologi informasi. Dalam pandangan obyektif, persoalan ini menyangkut beberapa aspek penting, seperti isu waktu yang lebih nyata (real time), isu pengetahuan dan penguasaan persoalannya (khususnya masalah teknologinya itu sendiri), serta isu pergerakkan modal keuangan ke seluruh dunia. Pergerakkan kapital saja sudah menjadi sebuah dilema tersendiri, karena jumlahnya sangat besar dan bergerak dalam kecepatan yang luar biasa.

Muslim brunei dan pengaruh budaya asing

Serbuan budaya asing yang tak sesuai nilai-nilai agama rupanya bukan hanya menjadi kecemasan masyarakat Muslim di Indonesia. Negara tetangga, Brunei Darussalam, juga mengalaminya. Adalah Deputi Menteri Agama, Pehin Dato Ustaz Awang Haji Yahya, yang mengungkapkan keresahannya. Dia mengaku prihatin dengan kian gencarnya sajian budaya asing dewasa ini, terutama yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Ada hal-hal negatif yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat membuat lupa masyarakat terhadap tanggungjawabnya sebagai umat Islam,” keluh Dato Awang Haji.

Yang dikeluhkannya, adalah pengaruh budaya ala Barat pada kehidupan masyarakat. Dia bahkan menilai, jika pengaruh semacam itu tidak disikapi segera, dikhawatirkan bisa mengganggu keharmonisan dalam masyarakat. Selain itu, akan dapat pula memicu perselisihan di rumah tangga, problem ekonomi warga, krisis moral maupun masalah di bidang pendidikan.

Persoalan-persoalan tersebut bila sudah terlanjur membesar, akan sangat sulit untuk dibenahi. Salah satu yang disorotnya adalah kian gencarnya tayangan-tayangan hiburan dan promosi konser pemusik asing ke negara itu. “Dalam setiap promosi yang diadakan, selalu saja disertai kuis dan undian berhadiah dengan menggunakan fasilitas telepon genggam (Undian SMS).”

Pada kutbahnya yang disampaikan saat pelaksanaan shalat Idul Fitri, Dato Awang Haji juga mengingatkan kebiasaan buruk masyarakat yang kian bebas membelanjakan uang dan harta bendanya. Tokoh ini lantas meminta masyarakat kembali memperhatikan perintah agama seperti tercantum dalam Alquran dan hadis. Salah satu upaya membendung pengaruh asing adalah dengan menggencarkan dakwah di kalangan masyarakat.

Sebenarnya, kegiatan ini telah berlangsung lama. Bahkan pada tahun 80-an, dakwah modern meraih keberhasilan yang antara lain digagas oleh sejumlah aliran tarekat. Memang, sebagai negara merdeka yang mengamalkan ajaran Islam, Brunei gencar melakukan islamisasi dalam kehidupan publik.

Selaras dengan kedudukan Islam sebagai agama resmi dan adanya falsafah “Melayu-Islam-Beraja”, pemerintah kerajaan telah mendirikan beberapa lembaga publik yang berorientasi Islam. Usaha mengislamkan hukum dengan memasukkan syariat telah dimulai dengan beberapa langkah, termasuk studi kelayakan, penelitian terhadap hukum yang berlaku guna memastikan tidak ada hal yang bertentangan dengan jiwa syariat, dan berbagai seminar mengenai penerapan hukum Islam.

Juga dalam usaha memberikan makna Islam dalam kehidupan ekonomi dan keuangan, akhir tahun 80-an dilakukan sejumlah langkah bagi pembentukan bank Islam. Brunei Darussalam, resmi menjadi sebuah negara merdeka sejak Januari 1984. Negara kecil ini diperintah oleh sultan.

Penduduknya berjumlah sekitar 343.653 jiwa (2001) dimana seperempat dari jumlah itu merupakan pekerja asing. Persentase masyarakat Muslim Brunei sekitar 67 persen. Oleh karenanya dapat dimengerti bila dalam Konstitusi 1959 ditegaskan bahwa Islam merupakan agama resmi negara, dengan jaminan agama lain dapat diamalkan tanpa halangan.

Cara pengamalan Islam di sana didasarkan pada mazhab Syafi’i dalam bidang fikih dan ahlusunnah waljamaah di bidang akidah. Bahkan semenjak diproklamasikan sebagai negara merdeka, Brunei telah memastikan konsep “Melayu Islam Beraja” sebagai falsafah negara. Sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara, Brunei memiliki latar sejarah Islam yang gemilang.

Sejak sebelum abad ke-16, Brunei sudah memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di wilayah Borneo dan Filipina. Jadilah rangkaian kesultanan yang muncul di sekitar kawasan tersebut mempunyai hubungan kekerabatan. Kini, Brunei nampak menunjukkan usaha serius bagi penciptaan lembaga modern yang selaras dengan tuntutan Islam. Hal ini tidak terlepas dari tindakan dan pernyataan resmi Brunei yang mengindentifikasikan diri dengan dunia Islam. Sebagaimana terlihat dari keanggotaannya dalam berbagai badan dan organisasi Islam antarbangsa.

Negara kaya yang mana masyarakatnya lebih makmur serta kestabilan dalam ekonomi.

Kalau dilihat dari teknologi, Brunei Darussalm masih dikatakan cukup.

Adanya jurang pemisah teknologi digital atau yang selalu disebut sebagai pemisahan digital (digital divide), akan menjadi penghambat dalam globalisasi dan liberalisasi perdagangan.Memang dalam kurun tiga-lima tahun terakhir ini, globalisasi menjadi sesuatu yang menjangkau lebih jauh dan lebih cepat dari apa yang dibayangkan, serta dampak yang lebih permanen.

Adanya suatu pembatasan – pembatasan yang di sebabkan negara ini merupakan negara islam melayu baraja.

Serta yang menguasai perekonomian adalah orang – orang thionghoa.

DEMOGRAFI

Urutan ke 162 dunia.

Jumlah Penduduk 343.653

Kepadatan 61/km2

Kira-kira dua pertiga jumlah penduduk Brunei adalah orang Melayu. Kelompok etnik minoritas yang paling penting dan yang menguasai ekonomi negara ialah orang Tionghoa (Han) yang menyusun lebih kurang 15% jumlah penduduknya. Etnis – etnis ini juga menggambarkan bahasa-bahasa yang paling penting: bahasa Melayu yang merupakan bahasa resmi, serta bahasa Tionghoa. Bahasa Inggris juga dituturkan secara meluas, dan terdapat sebuah komunitas ekspatriat yang agak besar dengan sejumlah besar warganegara Britania dan Australia.

Islam ialah agama resmi Brunei, dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa), agama Kristen, serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil).

Kebanyakan islam yang menduduki angka tertinggi yaitu 67%.

Selainnya campuran beberapa agama Tionghoa, Kristen, dan budha.

Tingal di kota : lebih kurang 46.000 orang di Bandar Seri Begawan.

Tingal di desa : 10.000 orang di pegunungan.

Tingal di barat : 97% dari seluruhan.

Brunei Darussalam merupakan Negara islam serta menjalankan syariat seperti yang islam lakukan baik itu dari hukum dan saling berkaitan dengan hukum pemerintah, Sedangkan bahasa resmi yang di gunakan bahasa melayu.

MILITER

Kebersamaan dalam membela tanah air brunei

Maaf kalau data militer brunei tidak memadai disebabkan kurangnya data dalam militer brunei itu sendiri.

Kerjasama dalam bidang pertahanan di asia terutama dalam bidang menjaga perbatasan di negaranya, kawasan serta gangguan dari kejahatan terhadap negara.

Setahu saya bahwa di brunei Darussalam di kenakan wajib militer semenjak umur 9 tahun keatas.

Anggaran yang besar terhadap pertahanan yaitu 9,4%

Mempunyai cns 235 dari pindad

Setiap warga Negara di kenakan wajib militer

GEOGRAFI

Terdiri dari 2 bagian :

Barat : 97% tinggal di barat

Timur : bergunung – gunung.

Iklim : tropis katulistiwa.

Brunai Darussalam berbatasan langsung dengan Kalimantan Indonesia, laut Cina Selatan, Laut Sulu, dan Pulau Natuna.

Brunei terdiri dari dua bagian yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di bagian barat yang lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong, yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 383.000 orang. Dari bilangan ini, lebih kurang 46.000 orang tinggal di ibukota Bandar Seri Begawan.

Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Muara, serta kota Seria yang menghasilkan minyak, dan Kuala Belait, kota tetangganya. Di daerah Belait, kawasan Panaga ialah kampung halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan oleh fasilitas perumahan dan rekreasi Royal Dutch Shell dan British Army. Klub Panaga yang terkenal terletak di sini.

Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.

Di bagi atas empat distrik : Belait.

Brunei dan Mura.

Temburong.

Tutong.

Negara kecil yang di dukung dengan keadaan masyarakat ang baik dan tanah yang subur.

1. A.

BANDAR SERI BEGAWAN, Selasa – Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah Sultan dan Yang Di Pertuan Negara Brunei Darussalam mengatakan pembangunan jangka panjang yang dinamakan Wawasan Brunei 2035 yang menggariskan dasar dan strategi pembangunan negara untuk tempo 30 tahun akan datang.

Wawasan Brunei 2035 itu bertujuan menjadikan rakyat dan penduduk Brunei berpengetahuan dan berkeahlian tinggi bagi yang dapat merealisasikan matlamat utama negara untuk membangunkan ekonomi yang berdaya tahan dan dinamik.

Dalam perkara ekonomi ini, Wawasan menekankan ke arah peningkatan yang membangun, di samping untuk menyediakan peluang pekerjaan yang diperlukan oleh Negara dan warga masyarakat, Baginda Sultan berkata demikian ketika peresmian mesyuarat pertama dari musim permesyuaratan keempat Majlis Mesyuarat Negara di bangunan baru Dewan Majlis di Jalan Kebangsaan.

Yang turut berangkat ke majlis itu ialah Menteri Kanan di Jabatan Perdana Menteri Duli Yang Teramat Mulia Paduka Seri Pengiran Muda Mahkota Pengiran Muda Haji Al-Muhtadee Billah, Menteri Hal Ehwal Luar Negeri dan Perdagangan Duli Yang Teramat Mulia Paduka Seri Pengiran Perdana Wazir Sahibul Himmah Wal-Waqar Pengiran Muda Mohamed Bolkiah dan Duli Yang Teramat Mulia Paduka Seri Pengiran Bendahara Seri Maharaja Permaisuara Pengiran Muda Haji Sufri Bolkiah.

Baginda Sultan berkata sejak Brunei mencapai kemerdekaan, pendapatan per kapita penduduk yang kala itu hancur dan 10 tahun selepas kemerdekaan pendapatan per kapita terus meningkat dan turut menyumbang kepada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat, akan tetapi kadar kemiskinan tidak mengalami penurunan yang berarti.

Sebagai contoh, pada 1994, pendapatan per kapita adalah sebanyak $23,502 dan naik lagi pada tahun berikutnya sehingga mencapai $47,964 pada 2006, Daripada itu, kadar kemiskinan sepatutnya menurun dengan sendirinya kata Baginda Sultan sambil menetapkan supaya salah satu matlamat yang harus ditetapkan dalam Wawasan adalah untuk menjadikan kadar kemiskinan di Brunei ke tahap yang lebih maju.

B.

Kalau di kaitkan dengan kapabilitas Negara tersebut maka akan terjadi perbaikan yang lebih meningkat dan lebih maju disamping memiliki sumber alam yang subur, daya dan dana yang mencukupi, dimana diketahui bahwa Negara Brunei Darussalam adalah Negara yang stabil akan perekonomiannya sehingga tercukupi akan hal – hal tersebut sehingga akan menghasilkan sesuatu yang lebih menghasilkan pula dengan arti bisa menurunkan angka kemiskinan dengan memperbaiki dibidang pertanian ( persawahan dengan dibangunnya irigasi yang serbaguna perikanan dan lain – lain dalam arti kehidupan garis menengah sampai bawah ).

Sehingga matlamat tersebut merupakan peningkatan taraf hidup melalui pelbagai projek dan program pembangunan, terutama yang membangkitkan sosioekonomi.

Keadaan tersebut terjadi karena garis kemiskinan yang tidak kunjung menurun serta sultan menghendaki perbaikan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat di brunei, kemudian mengambil dengan tindakan masyarakat itu sendiri bahwa bidang pertanian bisa di tingkatkan dan di bangkitkan melihat perkembangan pertanian dimasyarakat semakin menunjukkan kemajuan yang berarti.

Ekonomi itu dalam pengertiannya ialah sistem pengendalian sumber kekayaan, yang antaranya turut disumbangkan oleh pertanian yang tidak layak lagi adalah satu bidang penting untuk peningkatan ekonomi.

Ditambah Baginda berkata bahwa negara bergantung pada pertanian karena peranan menyediakan makanan dengan cara menghasilkan sendiri atau mengimport, Sehingga matlamat pertanian ini bisa memenuhi keperluan penduduk serta dapat diniagakan secara nasional dan global menerusi Pertanian Komersial.


About this entry